Telaga Remis – Telaga Indah Sarangnya Para Remis

Sumber daya wisata alam di Jawa Barat memang tidak ada habisnya.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya jumlah wisata alam di provinsi sebelah barat Pulau Jawa ini.

Telaga Remis adalah salah satunya. Tempat wisata ini berada di daerah Kuningan, tepatnya di Desa Kaduela, Kecamatan Mandirancan.

Tempat wisata ini mempunyai luas lahan sebesar 13 hektar.

Adapun luas telaganya sendiri hanyalah sebesar 3,25 hektar saja.

Nama Telaga Remis sendiri berasal dari kata ‘Telaga’ yang berarti ‘danau” dan ‘Remis’ yang artinya ‘sejenis kerang berwarna kuning yang hidup di sekitar Telaga Remis.’ Sesuai namanya, tempat wisata ini memang menjadi sarang tempat remis bersemayam.

Daya Tarik

Salah satu daya tarik utama Telaga Remis adalah pemandangan alam di sekitarnya.

Di sekitaran area tempat wisata ini, Anda bisa melihat keindahan pohon-pohon pinus yang berjajar di sekitar pinggiran danau Telaga Remis.

Pohon-pohon pinus tersebut bertumbuh secara alami, sehingga bentuknya pun terlihat sangat natural.

Daya tarik lain yang ada di Telaga Remis adalah tentu saja remis-remisnya.

Remis-remis di sini cukup banyak dan bisa Anda temui di hampir tiap sudut danau Telaga Remis.

Remis-remis tersebut bisa Anda tangkap dan dijadikan sebagai buah tangan untuk sanak saudara Anda di rumah.

Tak hanya hutan pinus dan remis, tempat wisata ini juga mempunyai beragam jenis tumbuhan.

Tercatat, ada sekitar 160 jenis tumbuh-tumbuhan yang hidup di tempat wisata yang ada di Kabupaten Kuningan ini.

Adapun beberapa jenis tumbuhan tersebut antara lain: Pohon Malaka, Sonokeling, dan juga Pisang Hyang yang merupakan salah satu tumbuhan langka di Indonesia.

Sejumlah Mitos dan Fakta yang melekat di Telaga Remis

Selain mengandung daya tarik tersendiri, Telaga Remis ternyata mempunyai sejumlah fakta dan mitos di dalamnya.

Menurut mitos yang beredar, tempat wisata ini konon terbentuk dari air mata Pangeran Selingsingan yang bercucuran setelah mendengar nasehat dari Elang Purabaya.

Pangeran Selingsingan dinasehati oleh Elang Purabaya karena sang pangeran tersebut telah memantik peperangan dengan pihak lain.

Setelah tangisannya berubah menjadi Telaga Remis, Pangeran Selingsingan pun konon berubah wujud menjadi seekor bulus yang bernama Si Mendung Purbaya.

Bagi yang belum tahu, bulus merupakan sejenis kura-kura yang bagian cangkangnya tergolong lunak.

Sementara itu, berdasarkan fakta, tempat wisata ini ternyata pernah dijadikan tema di beberapa lagu.

Salah satunya adalah Talaga Reumis karya musisi legendaris asal Bandung, Doel Sumbang.

Lagu ini menceritakan Telaga Remis yang menjadi saksi bisu terjadinya kisah cinta sepasang muda-mudi yang menjalin hubungan asmara.

Selain Doel Sumbang, masih ada beberapa musisi lain yang menjadikan Telaga Remis sebagai tema utama di lagu-lagu mereka.

Ega D’Academy, Aas Royani, dan Rika Rafika adalah beberapa di antaranya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *