Museum Geologi Bandung

Manusia adalah makhluk yang dianugerahi rasa keingintahuan yang besar. Pernahkah kamu penasaran dengan kejadian-kejadian di Bumi pada zaman dahulu kala? Pernahkah kamu merasakan kerennya belajar sejarah dan geologi? Dalam sejarah, kamu dapat mengetahui dan menelaah peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu meskipun kamu tidak berada di masa itu. Nah, ada sebuah kutipan menarik dari Theodore Roosevelt yakni “The more you know the past, the better prepared you are for the future”.

Lalu, berbicara tentang geologi, maka kamu akan terkesima dengan ilmu yang mempelajari bumi ini, mulai dari sejarah pembentukannya, strukturnya, hingga potensi energi terbarukan dari bumi untuk keberlangsungan hidup umat manusia. Wah, benar-benar super, ya? Jadi, tunggu apa lagi ? Hayuk, belajar sejarah dan geologi !

Untuk merangsang ketertarikan kamu terhadap sejarah dan geologi, kamu dapat mengunjungi tempat belajar yang asyik dan menyenangkan. Tempat apakah itu? Di mana letaknya? Jadi, kamu dapat seru-seruan yang bermanfaat di Museum Geologi Bandung.
Museum kece ini terletak di Jl. Diponegoro, berdekatan dengan Gedung Sate. Untuk memperoleh akses masuk ke museum ini, pengunjung hanya membayar Rp 2000 (pelajar dan mahasiswa) atau Rp 3000 (turis domestik) atau Rp 10.000 (turis mancanegara). Harga yang sangat terjangkau, bukan?

Museum Geologi Bandung terdiri atas 2 lantai. Mari kita bedah isi museum, mulai dari lantai 1 hingga ke lantai 2. Check this out !

Di lantai pertama, terdapat 3 ruang utama, yaitu :

  1. Ruang sayap barat

Ruang sayap barat biasanya disebut juga ruangan khusus geologi Indonesia. Di ruangan ini, ada beberapa bilik yang menyediakan informasi dan pengetahuan baru mengenai hal-hal berikut ini, yaitu :

  • Hipotesis terjadinya bumi dalam sistem tata surya

Apakah kamu selalu bertanya-tanya mengenai bagaimana bumi terbentuk? Nah, kamu dapat memuaskan sense of wondermu di museum ini.

Salah satu hipotesis yang dibahas di sini ialah teori nebula yang dicetuskan oleh Immanuel Kant dan Pierce de Laplace. Jadi, teori ini memaparkan bahwa tata surya berasal dari sebuah kabut raksasa yang sangat panas dan berputar pada porosnya dengan sangat kencang. Kabut ini disebut nebula. Suatu ketika, bagian pusat dari nebula mengeras sehingga bagian terluarnya terlempar. Bagian pusat tersebut kini kita kenal dengan sebutan matahari, sedangkan bagian terluarnya terpecah menjadi planet-planet, salah satunya ialah Bumi.

  • Tatanan tektonik regional yang membentuk geologi Indonesia

Di sini, kamu dapat melihat maket yang menggambarkan pergerakan lempeng kulit bumi. Tahukah kamu bahwa awalnya dunia hanya memiliki 1 benua besar saja, yaitu Pangea. Karena pergerakan lempeng tektonik, Pangea terbagi 2 menjadi Laurasia dan Gondwana. Menurut sejarah, kepulauan Indonesia di bagian barat (Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi) berasal dari Laurasia, sedangkan bagian timur (Papua dan Maluku) berasal dari Gondwana. Wah, Indonesia berasal dari 2 benua yang berbeda, ya? Keren banget. Detailnya tentu dapat kamu pelajari di Museum Geologi Bandung.

  • Keadaan geologi Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Irian

Memahami keadaan geologi berbagai pulau di Indonesia akan menjadi salah satu pengalaman berharga kamu di Museum Geologi Bandung ini. Mengerti bahwa pulau X terbentuk akibat Y sehingga menimbulkan bentuk Z sangat menarik untuk diamati.

  • Evolusi manusia menurut Charles Darwin

Mungkin ada beberapa orang yang ‘alergi’ terhadap teori evolusi Darwin. Namun, bagi kamu yang masih tidak terlalu paham dengan teori Darwin, hayuk ke Museum Geologi Bandung dan segera jernihkan pandangan mengenai mengenai evolusi manusia.

  • Batuan yang dihasilkan dari aktivitas gunung berapi

Di sayap barat, kamu dapat melihat berbagai jenis batuan, mulai dari batuan sedimen, malihan, hingga beku. Tidak hanya itu, kamu juga akan menemui sumber daya mineral dari berbagai daerah di Indonesia.

  • Berbagai peralatan penelitian geologi dan papan informasi mengenai berbagai gunung api aktif di Indonesia

Jika kamu mahasiswa geologi, tentunya ada niatan dong untuk melakukan penelitian geologi. Nah, di museum ini, kamu akan menemukan peralatan dan perlengkapan lapangan yang akan kamu gunakan saat penelitian nanti. Tidak hanya itu, kamu juga dapat melihat berbagai hasil akhir dari penelitian, biasanya berupa peta. Jadi, mengunjungi museum ini akan menjadi semacam ‘training’ bagi mahasiswa geologi. Untuk yang memiliki rasa penasaran terhadap gunung atau yang merupakan pecinta gunung, kamu juga dapat melihat informasi berisi keadaan gunung Tangkuban Perahu, Bromo, Semeru, dan lain-lain.

  1. Ruang Sayap Timur

Jika kamu penasaran dengan berbagai fosil makhluk hidup, maka telusurilah ruang sayap timur. Di ruangan ini, kamu akan memperoleh pengetahuan mengenai perkembangan bumi. Mulai dari bumi yang hampa tanpa makhluk hidup, kemudian muncul makhluk hidup sederhana, hingga makhluk yang struktur tubuhnya rumit yaitu manusia memperlihatkan batang hidungnya. Di sini, terdapat replika maupun fosil sesungguhnya dari  kadal Tyronnasaurus Rex Osborn, gajah, kerbau, rusa, hominid, dan manusia purba. Tidak hanya itu, di sini juga terdapat penjelasan mengenai sejarah pembentukan Danau Bandung.

  1. Ruang Sayap Tengah

Ruangan ini disebut juga ruang orientasi. Saat baru datang, kamu akan berkenalan secara sekilas dengan geologi. Di sini, terdapat layar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi. Di bawah layar, terdapat peta geografi Indonesia.

Di lantai 2, terdapat 3 ruangan utama. Check this out !

  1. Ruang Barat

Ruang Barat merupakan ruangan khusus staf museum. Jadi, hanya staf yang dapat memasukinya.

  1. Ruang Tengah

Kamu tentunya mengetahui bahwa Papua memiliki tambang emas yang sangat besar. Di ruangan ini, kamu akan melihat maket pertambangan emas yang terbesar di dunia, yakni di Papua dan beberapa lokasi lainnya di dunia.

  1. Ruang timur

Secara garis besar, ruangan timur membahas tentang aspek positif dan negatif dari tatanan geologi terhadap kehidupan manusia. Untuk memudahkan dalam menjelajahinya, ruang timur terbagi menjadi 7 buah ruangan yang lebih kecil, yaitu :

  • Ruang 1

Ruang 1 menyajikan manfaat dari mineral dan bebatuan bagi manusia. Selain itu, terdapat panel yang menggambarkan peta persebaran mineral di Indonesia.

  • Ruang 2

Ruang 2 menampilkan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi terhadap sumber daya mineral.

  • Ruang 3

Ruang 3 memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan mineral oleh manusia, baik secara tradisional maupun modern.

  • Ruang 4

Ruang 4 menyajikan informasi mengenai cara mengolah sumber daya mineral agar dapat menghasilkan manfaat yang besar.

  • Ruang 5

Ruang 5 memberitahukan dampak negatif dari peristiwa geologi, seperti longsor, gempa, dan letusan gunungan berapi.

  • Ruang 6

Ruang 6 memberikan kabar gembira mengenai manfaat peristiwa geologi, misalnya letusan gunung yang dapat membuat tanah di sekitarnya menjadi lebih subur.

  • Ruang 7

Ruang 7 menyajikan informasi mengenai sumber daya air, baik dari segi pemanfaatannya maupun aspek-aspek lingkungan yang dapat mempengaruhinya.

Itulah tadi sekilas info mengenai Museum Geologi Bandung. Sebaiknya, telusuri museum ini dengan didampingi oleh guide agar proses belajar menjadi lebih dalam dan menyenangkan, apalagi kalau guidenya meuni kasep (ganteng) dan geulis (cantik) ceunah. Pastinya makin semangat buat nanya-nanya tentang isi museum 😀

So, segeralah mengunjungi Museum Geologi Bandung ?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *