Mengenang Konferensi Asia-Afrika di Museum Asia Afrika Bandung

sumber: travel.detik.com

Selain Museum Geologi, kota Bandung juga mempunyai satu museum yang wajib dikunjungi. Museum tersebut adalah Museum Asia Afrika yang beralamat di Jalan Asia Afrika nomor 65 Bandung. Museum yang diresmikan pada tanggal 24 April 1980 ini dibangun sebagai simbol peringatan Konferensi Asia Afrika yang dihelat pada tahun 1955 yang lalu.

Gratis

Berbeda dengan Museum Geologi yang mematok tarif tiket masuk, museum satu ini justru tidak mematok tariff masuk sepeser pun kepada para wisatawan. Para wisatawan dari berbagai daerah dan Negara hanya perlu mengisi buku tamu saat hendak berwisata ke museum satu ini.

Museum Asia Afrika sendiri bias dikunjungi setiap hari dengan jam buka yang berbeda-beda. Pada hari Senin hingga Jumat, wisatwan bias menyambangi museum ini dari pukul 8 pagi hingga 3 sore. Sementara itu, pada akhir pecan, wisatawan bisa menyambangi museum ini dari pukul 9 pagi hingga 4 sore.

Melihat Berbagai Koleksi dan Informasi yang Berkaitan dengan KAA

aumber: ayobandung.com

Saat mengunjungi museum satu ini, wisatawan akan melihat sebuah diorama yang menggambarkan suasana saat presiden Soekarno berpidato di hadapan para delegasi dari berbagai Negara Asia dan Afrika.

Tak hanya sampai di situ, wisatawan juga bisa memandangi berbagai alat jurnalistik dan fotografi yang merupakan koleksi dari museum satu ini. Alat-alat tersebut merupakan alat-alat yang dipakai oleh para pelaku media untuk mendokumentasikan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang dihelat pada 1955 yang lalu.

Tak cukup sampai di situ, ada pula potongan-potong koran yang berisi pemberitaan soal KAA dan dipajang di tembok ruangan museum. Terdapat pula beberapa komputer/panel yang berisi data tentang sejarah, latar belakang, serta nama-nama dari para peserta delegasi KAA.

Masuk ke bagian paling dalam museum, terdapat sebuah ruangan yang cukup bersejarah. Ruangan tersebut tak lain adalah Ruang Konferensi yang dipakai sebagai tempat berlangsungnya KAA. Ruangan yang terlihat megah dan terawatt ini merupakan area yang sering dipakai oleh para wisatawan untuk berfoto.

Berfoto di Ruang Konferensi

sumber: beritadaerah.co.id

Ruang Konferensi sendiri mempunyai sejumlah ornamen bangunan yang menjadi penanda sejarah KAA, dimulai dari deretan bendera dari berbagai Negara Asia Afrika yang ada di bagian depan gedung, kursi-kursi para peserta KAA, hingga mimbar tempat Presiden Soekarno berpidato. Ada satu aturan yang mesti dituruti wisatawan saat berfoto di Ruang Konferensi, yaitu: jangan menyalakan blitz saat memotret di ruangan tersebut.

Di sebelah kiri ruangan tersebut, terdapat sebuah lorong yang mengarah menuju area akhir dan pintu keluar museum. Saat wisatawan menyusuri lorong tersebut dan sampai di area akhir museum, wisatawan akan mendapati toko cinderamata yang menjual berbagai cinderamat khas museum KAA. Adapun cinderamata yang dijual biasanya berupa gantungan kunci dan juga kaos.

Referensi:

https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-3886537/museum-asia-afrika-tempat-ikonik-bandung-yang-wajib-dikunjungi

http://asianafricanmuseum.org/museum-kaa/

https://tempatwisatadibandung.info/museum-konferensi-asia-afrika/#Jam_Buka_Museum_Konferensi_Asia_Afrika

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *